🛠️ Apa Itu K3 dan Mengapa Kesehatan Mental Harus Masuk di Dalamnya?
Menurut UU No. 1 Tahun 1970, K3 adalah upaya untuk menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja. Tapi, apakah kampus pernah dianggap sebagai tempat kerja? Faktanya, mahasiswa pun mengalami beban kerja akademik dan sosial yang sangat besar. Menurut WHO, aspek psikososial kini menjadi bagian penting dalam lingkungan kerja modern, termasuk institusi pendidikan. Kesehatan mental mahasiswa seharusnya masuk dalam perhatian kampus dalam konteks K3. Namun, implementasinya masih terbatas. Padahal, ruang konseling, kebijakan akademik yang lebih manusiawi, dan pemahaman dosen terhadap tekanan mahasiswa adalah bagian dari “APD” yang seharusnya disiapkan Institusi.
📉 Tekanan Mental Mahasiswa: Bukan Isu Sepele
Sebuah laporan dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa masalah mental seperti kecemasan dan depresi meningkat di kalangan mahasiswa. Deadline, beban akademik, tuntutan ekonomi, hingga relasi sosial bisa jadi pemicunya. Tanpa dukungan dan perlindungan yang cukup, mahasiswa bisa mengalami burnout, menarik diri, atau kehilangan motivasi belajar. Inilah mengapa konsep perlindungan mental harus menjadi bagian dari keselamatan belajar, bukan hanya soal absensi atau aturan berpakaian saat praktikum. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi tertinggi terdapat pada kelompok usia 15–24 tahun, yakni sebesar 2%, yang mencakup usia mahasiswa. Sementara itu, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat lebih dari 19 juta penduduk usia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta mengalami depresi. Hal ini diperkuat oleh artikel Kemenkes tahun 2024 yang membahas adaptasi mahasiswa baru terhadap tekanan akademik dan sosial melalui fenomena 'Kurva W'.
🧘♂️ Stoikisme: Filsafat Dingin yang Menghangatkan Jiwa
Stoikisme adalah ajaran filsafat dari Yunani kuno yang menekankan bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari dalam diri, bukan dari kondisi di luar. Salah satu prinsip utamanya adalah dichotomy of control, yaitu kemampuan untuk membedakan mana hal-hal yang bisa kita kendalikan dan mana yang tidak. Bagi mahasiswa, prinsip ini sangat membebaskan. Nilai bisa tidak sesuai harapan, tugas bisa saja gagal, dan penilaian orang lain tidak selalu menyenangkan semua itu berada di luar kendalimu. Tapi kamu tetap bisa menentukan sikap, memilih untuk terus berusaha, dan mengatur cara merespons kenyataan tersebut. Di sinilah kekuatan sejati Stoikisme bekerja. Contohnya, dalam menghadapi tekanan perkuliahan seorang stoik akan menjaga ketenangan batin dengan berfokus pada apa yang bisa dikendalikan (pikiran dan tindakan) dan menerima apa yang tidak bisa dikendalikan (hasil atau situasi).
🛡️ Stoikisme sebagai Mental Safety Gear
Bayangkan saja jika masker dan helm melindungi tubuh kita dari bahaya fisik, maka Stoikisme adalah pelindung batin yang menjaga ketika dunia kampus terasa menguras energi. Filsafat ini bukan tentang menyerah pada keadaan, tapi tentang menjadi sadar akan realitas dan siap menghadapinya dengan keteguhan hati. Saat hasil ujian tak sesuai harapan, prinsip amor fati "mencintai segala takdir mengajarkan kita untuk tidak menolak kegagalan, melainkan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan dan mengambil pelajaran darinya". Ketika pikiran mulai penuh kekhawatiran, Memento mori mengingatkan bahwa hidup ini terbatas, jadi arahkan energi hanya pada hal-hal yang benar-benar berarti. Dan ketika sikap teman membuatmu kecewa, Stoikisme berbisik kamu mungkin tak bisa mengubah mereka, tapi kamu tetap punya kuasa untuk menjaga ketenangan dirimu sendiri.
Epictetus~
“It’s not what happens to you, but how you react to it that matters”
“Bukan apa yang terjadi padamu yang penting, tapi bagaimana kamu meresponsnya”
📚 Referensi
Epictetus. (2008). The art of living: The classical manual on virtue, happiness, and effectiveness (S. Lebell, Trans.). HarperOne. (Original work published ca. 108 CE)Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Factsheet Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Kesehatan Jiwa – Depresi pada Usia Muda. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/5532/1/03%20factsheet%20Keswa_bahasa.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, Agustus 7). Menjaga mental health mahasiswa baru. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20240807/5146163/menjaga-mental-health-mahasiswa-baru/
Pigliucci, M. (2017). How to be a stoic: Using ancient philosophy to live a modern life. Basic Books.
Blog ini healing banget. Gak lebay, gak nggurui. Cuma kayak temen yang ngerti dan hadir pas lagi capek.
BalasHapusAPD mental tuh istilah yang genius banget sih 😭😭 thank u kak, bener-bener reminder manis buat kami yang lagi diambang burnout.
BalasHapusGILA SIH... ini kayak nyentil aku banget 😭 Baru aja stres tugas numpuk, baca ini langsung kayak dipeluk Stoikisme hahaha.”
BalasHapusWaaah sangat bermanfaat terima kasih
BalasHapus